PERAN KITAB KUNING DALAM PEMBENTUKAN PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM DAN KARAKTER SANTRI PADA PESANTREN TRADISIONAL
Studi di Pondok Pesantren Bany Syafi’i Cilegon dan Madarijul ‘Ulum Serang
DOI:
https://doi.org/10.32678/qathruna.v7i1.3141Kata Kunci:
Kitab Kuning, Pemikiran, Pendidikan, Karakter, SantriAbstrak
Tujuan Penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui peranan kitab kuning terhadap pembentukan pemikiran pendidikan Islam di pondok pesantren tradisional. 2) Untuk mengetahui peranan kitab kuning terhadap pembentukan karakter santri di pondok pesantren tradisional. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, dan melalui pendekatan Education dan Sosiologis. Lokasi penelitian dilakukan di dua Pondok Pesantren, yaitu Bany Syafi’I Cilegon dan Madarijul ‘Ulum Serang. Dalam penelitian ini subjek penelitian adalah Kiai, Ustadz/Ustadzah, Pengurus pesantren, dan Santriwan/santriwati Pondok Pesantren. Subjek penelitian menggunakan tehnik purposive sampling yaitu penentuan sumber data yang diperoleh dengan pertimbangan tertentu dan snowball sampling yaitu penentuan sampel dari jumlah kecil kemudian menjadi besar. Waktu penelitian di lakukan pada tanggal 1 Agustus 2019 sampai 25 Oktober 2019 selama 3 bulan. Peranan kitab kuning dalam membentuk karakter santri di pondok pesantren Bany Syafi’i dan Madarijul ‘Ulum masih terlihat baik dari segi kepatuhan santri terhadap gurunya, bersikap ta’dziman wa takriman terhadap ilmunya dan juga terhadap lingkungannya, yang semua itu bisa dinilai dan terbentuk dari hasil sikap Uswatun Hasanah nya seorang guru / kiai. Dan juga Peranan kitab kuning dalam membentuk karakter santri dapat menjadikan patuh dan nurutnya seorang santri sesuai dengan apa yang diajarkan oleh seorang gurunya, dengan tuntutan kitab ta’limul muta’alim sebagai rujukan utama dan pembekalan karakter santri yang paling utama di kalangan pondok pesantren, sehingga dengan adanya karakter yang baik maka akan terciptanya kepribadian dan kedisiplinan yang baik pula.





