Perlindungan Hukum Terhadap Perempuan dan Anak Korban Kejahatan Perdagangan Manusia

  • Iin Ratna Sumirat UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Perlindungan dan penghormatan hak asasi manusia di Indonesia masih memprihatinkan yang terlihat dari berbagai pelanggaran hak asasi manusia, antara lain dalam bentuk tindak kekerasan, diskriminasi, dan kesewenang-wenangan. Berdasarkan bukti empiris, perempuan dan anak adalah kelompok yang paling rentan menjadi korban tindak pidana perdagangan orang. Korban diperdagangkan tidak hanya untuk tujuan pelacuran atau bentuk eksploitasi seksual lainnya, tetapi juga mencakup bentuk eksploitasi lain, misalnya kerja paksa atau pelayanan paksa, perbudakan, atau praktik serupa perbudakan itu. Adanya kekhawatiran munculnya berbagai bentuk manipulasi dan exploitasi manusia, khususnya terhadap perempuan dan anak-anak sebagai akibat maraknya kejahatan perdagangan manusia memang bukan tanpa alasan. Banyak contoh yang dapat diberikan perempuan dan anak-anak, yang seharusnya memperoleh perlakuan yang layak justru sebaliknya dieksploitasi untuk tujuan-tujuan tertentu. Kondisi hukum yang demikian mengakibatkan perlindungan dan penghormatan hak asasi manusia di Indonesia masih memprihatinkan yang terlihat dari berbagai pelanggaran hak asasi manusia, antara lain dalam bentuk tindak kekerasan, diskriminasi, dan kesewenang-wenangan.
Kata kunci: Kekerasan, trafficking,ekploitasi

Published
Dec 29, 2017
How to Cite
SUMIRAT, Iin Ratna. Perlindungan Hukum Terhadap Perempuan dan Anak Korban Kejahatan Perdagangan Manusia. Al-Ahkam, [S.l.], v. 13, n. 2, p. 130-142, dec. 2017. ISSN 2656-3096. Available at: <http://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/ahkm/article/view/1809>. Date accessed: 24 oct. 2020. doi: http://dx.doi.org/10.37035/ajh.v13i2.1809.
Abstract view
46 times
pdf (Bahasa Indonesia) download
44 times