Mengubah Limbah Daun Nanas Menjadi Eco-Fashion Berkelanjutan: Studi Kasus Program PESONA SUBANG di Desa Cikadu, Indonesia
Isi Artikel Utama
Abstrak
Industri tekstil konvensional menghasilkan limbah yang signifikan dan memiliki dampak negatif pada lingkungan. Program PESONA SUBANG di Cikadu Village, Indonesia, menawarkan solusi inovatif dengan mengubah limbah daun ananas menjadi produk eko-fashion yang berkelanjutan. Studi kasus ini mengeksplorasi program ini, berfokus pada aspek. Pemulihan limbah daun kacang: Program ini menggunakan limbah lembaran kacang yang sebelumnya dibuang sebagai bahan baku serat tekstil. Memberdayakan Komunitas : Program ini memberdayakan komunitas lokal dengan menyediakan pelatihan dalam praktik berkelanjutan, menciptakan peluang pekerjaan dalam pengolahan serat, dan mendukung produksi produk fashion ekologi. Dampak Lingkungan: Program ini mengurangi dampak lingkungan dengan meningkatkan daur ulang limbah daun ananas menjadi serat berharga, mengurangi emisi karbon, dan mempromosikan produksi tekstil yang berkelanjutan. Studi kasus ini menunjukkan bahwa Program SUBANG PESONA adalah contoh sukses dari mengubah limbah menjadi produk bernilai tambah dengan manfaat ekonomi dan lingkungan. Replikabilitas program terletak pada kemampuan untuk mengubah limbah menjadi sumber daya yang berharga, bermanfaat bagi lingkungan dan komunitas lokal. Dengan mengadopsi inisiatif serupa, wilayah lain dapat meningkatkan keberlanjutan industri tekstil dan memberdayakan masyarakat.
Unduhan
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.