البديع في الأحاديث النبويه الشريفة دراسة بلآغية تطبيقية

Authors

  • Hananah Mukhtar Thabrani IAIN Sultan Mauhma Hasanuddin Banten

DOI:

https://doi.org/10.32678/alqalam.v28i1.535

Abstract

Ketinggian nilai sastra bukan hanya terdapat dalam Al-Qur'an saja, melainkan juga dalam hadits-hadits Nabi. Sebagaimana halnya AlQur'an, hadits-hadits Nabi dinilai terbebas dari kecacatan dan pertentangan kebahasaan, baik dari segi keserasian huruf-hurufnya atau kalimat-kalimatnya. Hal inilah yang mendorong derajat ketinggian sastra dalam hadits. Rasulullah saw bersabda, 'Aku dianugerahi sesuatu yang belum dianugerahkan kepada siapapun sebelumku. Di antara anugerah itu adalah jawami' al-kalam.'
Tulisan ini memaparkan beberapa sisi kesusasteraan yang terdapat dalam hadits Nabi, terutama dalam tinjauan ilmu Badi’, sebagai salah satu cabang ilmu sastra Arab, ilmu Badi' memfokuskan kajian pada keindahan­keindahan lafadz dan keindahan makna. Dari lima buah hadits yang dijadikan objek kajian, penulis menemukan setidaknya delapan segi ilmu Badi' yaitu : jinas naqsih muthlaq, jinas isytiqaq, sihhatut taqsim, thibaq ijab, thibaq salb, uslubul hakim, raddul 'ajzi ila ash-shadril iqtibas, dan saja'al mutharraf.

Kata Kunci : Balaghah, Badi', Hadits Nabi

 

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2011-04-29