Akal, Agama, dan Pengetahuan Tentang Tuhan

Penulis

  • Ahmad Fadhil UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

DOI:

https://doi.org/10.32678/alfath.v4i1.3352

Kata Kunci:

Akal, Agama, Tuhan

Abstrak

Akal dapat mengabstraksikan idenya dari benda-benda yang konkrit. Dari situ muncul idea-idea dan hukum-hukum yang bersifat universal dan dirumuskan oleh akal melalui proses pengamatan dan pengalaman inderawi. Tanpa pengetahuan inderawi, menurut Alristoteles, manusia tidak bisa menemukan hal-hal yang bersifat intelektual universal.

Manusia dengan sifat yang kontruksinya selalu ingin mengelabui akan makna_yang lebih tinggt, atau dzat yang tinggt, yaitu Tuban. Menurut aliran dalam epistemilogi terdapat dua macam, yattu idealisme dan realisme. Idealisme adalah suatu aliran pemikiran yang menekankan pentingnya peran ide dan akal sebagai sumber pengetahuan, sehingga aliran ini disebut juga “rasionalisme”. Adapun realisme lebih menekankan peran indera (sentuhan, penciuman, penglibatan, pencicipan, dan pendegaran) sebagat sumber pengetahuan, sebingga aliran ini disebut juga “empirisme”. Kedua aliran tersebut merupakan masuk dalam kajian filsafat. Dan dalam filsafat salah satu metode untuk mengetahu Tuhan, masih dikatakan pro dan kontra.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Biografi Penulis

Ahmad Fadhil, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

##submission.downloads##

Diterbitkan

2010-06-25

Cara Mengutip

Fadhil, A. (2010). Akal, Agama, dan Pengetahuan Tentang Tuhan. Al-Fath, 4(1), 1–15. https://doi.org/10.32678/alfath.v4i1.3352

Terbitan

Bagian

Articles