MAKNA DAN INTERAKSIONALISME SIMBOLIK DALAM TRADISI GENDUREN DI BLITAR JAWA TIMUR

(STUDI LIVING HADIS)

Penulis

  • Sukmani uin smh banten
  • Repa Hudan Lisalam uin smh banten

DOI:

https://doi.org/10.32678/alfath.v18i2.12641

Kata Kunci:

Genduren, blitar, sedekah, simbol

Abstrak

Saat ini, semakin banyak orang yang percaya pada kekuatan lingkungan dan alam, termasuk matahari, atmosfer pegunungan, dan roh leluhur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji nilai-nilai, makna simbolis, sejarah, dan proses implementasi tradisi Genduren. Mengkaji hubungan antara konsep tradisi yang hidup dan manfaat sosial serta spiritual yang dirasakan oleh komunitas dari adat istiadat juga menjadi tujuan lain dari penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dan etnografi.

George Herbert Mead menyebut interaksionisme simbolik sebagai interaksi sosial yang difasilitasi oleh simbol. Makna simbol dapat membentuk interaksi sosial. Contoh teori interaksionisme simbolik dalam kehidupan sehari-hari adalah ketika pelayan menjual berbagai barang di toko.Blitar Jawa Timur menggambarkan bagaimana simbol-simbol yang mewakili nilai-nilai tertentu yang sangat dihargai oleh komunitas tersebut. Selain itu, interaksi ini menyebabkan kebiasaan baru atau kebiasaan yang dilakukan secara teratur dengan tujuan yang sama.Penulis menyimpulkan rumusan masalah penelitian ini dengan mengamati partisipasi pasif dan meminta pendapat beberapa informan yang sangat memahami tradisi genduren.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Tri Joko Sri Haryono, ‘Konstruksi Identitas Budaya Bawean’, Biokultur, 5.2 (2016), Pp. 166–84.

Imam Riyadi, Edo Arya Prabowo, And Dzikril Hakim, ‘Peran Bhinneka Tunggal Ika Dalam Keberagaman Adat Budaya Di Indonesia’, Jaksa: Jurnal Kajian Ilmu Hukum Dan Politik, 2.3 (2024), Pp. 34–49 .

Sindhu Arya Pratama, Komang Heriyanti, And I Ketut Wartayasa, ‘Kerukunan Masyarakat Multikultur Dalam Tradisi Genduren Di Desa Kradenan Kecamatan Purwoharjo Banyuwangi’, Jurnal Prodi Teologi Hindu Stahn Mpu Kuturan Singaraja, 3.2 (2023), Pp. 1–10.

Dwi Retno Kartika, ‘Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Tradisi Kenduri Suku Jawa Di Desa Banyuurip Kabupaten Luwu Utara’, Accident Analysis And Prevention, 183.2 (2023), Pp. 153–64.

Iftahuul Mufiani, Religi Jurnal Studi Agama-Agama, 2015, XI,PP. 6-8.

Mahendra Arivan And Others, ‘Metode Etnografi Dalam Penelitian Kualitatif’, Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10.17 (2024), Pp. 159–70, Doi:: Https://Doi.Org/10.5281/Zenodo.13853562.

Ela Nurlaela, ‘Peningkatan Kemampuan Kognitif Anak Melalui Metode Eksperimen Dalam Pembelajaran Sains’, Wistara: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 4.2 (2023), Pp. 102–10, Doi:10.23969/Wistara.V4i2.10566.

Aidil Haris And Asrinda Amalia, ‘Hambatan Hambatan Lintas Budaya (Sebuah Tinjauan Komunikasi)’, Jurnal Dakwah Risalah, 29.1 (2018), P. 16.

Pratama, Heriyanti, And Wartayasa, ‘Kerukunan Masyarakat Multikultur Dalam Tradisi Genduren Di Desa Kradenan Kecamatan Purwoharjo Banyuwangi’,Pp. 10-12.

Munculnya Tradisi-Tradisi Di, Tanah Jawa, And A R Idham Kholid, ‘Wali Songo : Eksistensi Dan Perannya Dalam Islamisasi Dan Implikasinya Terhadap’, 4 (2016), Pp. 1–47.

Nur Azizah Hasan, Dampak Tradisi Mappano Terhadap Penguatan Ukhuwah Di Desa Manisan Kabupaten Sisenreng Rappang (2024),Pp. 21-22.

Saniatul Hidayah, ‘Studi Living Hadis Atas Tradisi Kenduri Bulan Ramadhan Di’, 1.2 (2023), Pp. 142–60.

Terjemahan Kemenag 2019

Terjemahan Kemenag 2019

##submission.downloads##

Diterbitkan

2024-10-29

Cara Mengutip

Sukmani, & Repa Hudan Lisalam. (2024). MAKNA DAN INTERAKSIONALISME SIMBOLIK DALAM TRADISI GENDUREN DI BLITAR JAWA TIMUR: (STUDI LIVING HADIS). Al-Fath, 18(2), 156–168. https://doi.org/10.32678/alfath.v18i2.12641

Terbitan

Bagian

Articles