CITRA DIRI DAN PENGALAMAN FANBOY SEBAGAI KORBAN KEKERASAN SEKSUAL
DOI:
https://doi.org/10.32678/jsga.v13i01.12640Keywords:
Citra diri, Fanboy, Kekerasan seksualAbstract
Penelitian ini membahas mengenai citra diri yang terbentuk pada fanboy sebagai korban kekerasan seksual. Pertanyaan “mengapa laki-laki menyukai laki-laki?” adalah salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan kepada para fanboy K-Pop tentang orientasi romantis mereka. Dalam beberapa artikel mengenai fanboy K-Pop, mencatat mereka rentan terhadap tuduhan sebagai homoseksual, banci, atau effeminate. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana citra diri dan pengalaman fanboy sebagai korban kekerasan seksual dan dampak citra diri tersebut terhadap kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus, karena subjek penelitian adalah fanboy korban kekerasan seksual, yang membutuhkan banyak data kontekstual dan aktual, dengan kata lain peneliti membutuhkan data dari kejadian nyata di lapangan untuk menemukan solusi untuk masalah tersebut. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 3 orang informan utama dan 3 orang significant oders yang didapatkan dari teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dengan teknik analisis dara dari Milies Huberman dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan fanboy memiliki citra diri yang negatif dan tidak ada dampak akademik, tetapi sekalipun informan tidak melaporkan penurunan langsung dalam prestasi akademik, pengalaman kekerasan seksual dapat menyebabkan hambatan psikologis seperti kecemasan dan penurunan kepercayaan diri. Penelitian ini memberikan wawasan bagi masyarakat umum dan guru bimbingan dan konseling yang bertujuan untuk meningkatkan rasa empati dan memberikan gambaran korban laki-laki yang mengalami kekerasan seksual, sehingga dapat merancang layanan bimbingan dan konseling yang sesuai.
Downloads
References
Alwisol. (2019). Psikologi Kepribadian. Umm Press.
Erikson, H. E. (1994). Identitas dan Siklus Hidup Manusia; Bunga Rampai (terjemahan Agus Cremers) (A. Cremers, Trans.). PT. Gramedia.
Erikson, H. E. (2010). Childhood and society. (Terjemahan oleh Helly Prajitno Seotjipto dan Sri Mulyantini Seotjipto) (H. P. Seotjipto & S. M. Seotjipto, Trans.). Pustaka Pelajar.
Fathinah, E., Priyatna, A., & Adji, M. (2017). MASKULINITAS BARU DALAM IKLAN KOSMETIK KOREA: ETUDE HOUSE DAN TONYMOLY.
Fitriyani, A. (2022). MENJADI FANBOY BOYGROUP K-POP DI INDONESIA (Studi Fenomenologi Sosial Pada Fanboy NCT).
Goffman, E. (1963). Stigma: Notes on the Management of Spoiled Identity. Prentice-Hall, Inc.
Hanifah, S. A., & Farida, A. R. (2018). Wacana Kekerasan Seksual Di Dunia Akademik Pada Media Online. Universitas Islam Syarif Hidayatullah Jakarta.
Kartika, V. C. (2018). Gaya Hidup Penggemar EXO di Surabaya Terhadap Produk Merchandise Boyband EXO.
Maltz, M. (1969). PSYCHO-CYBERNETICS, A New Way to Get More Living Out of Life. Pocket Books. Pocket Books.
Maltz, M. (1994). Kekuatan Ajaib PSikologi Citra Diri (A. Adiwiyoto, Trans.). Mitra Utama.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Ningsih, W. (2017). Penerimaan Fanboy di Surabaya Terhadap Gambaran Pria Metroseksual Yang Direpresentasikan Melalui Music Video Oleh Boyband K-Pop Big Bang. Universitas Airlangga.
Putri, S. C. M., & Savira, S. I. (2021). Gambaran Citra Diri Fanboy Kpop (Sebuah Studi Kasus Pada Penggemar Laki Laki Musik Korea Dalam Komunitas Fandom). Jurnal Penelitian Psiokologi, 8(6), 13.
SIMFONI-PPA. (2025). Ringkasan Data. SIMFONI-PPA. https://kekerasan.kemenpppa.go.id/ringkasan
Undang-Undang (UU) Nomor 12 Tahun 2022 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, Pub. L. No. 12 (2022). https://peraturan.bpk.go.id/Details/207944/uu-no-12-tahun-2022
Wardani, C. P. (2015). FUNGSI KOMUNITAS K-POP SEBAGAI WADAH PARA PENGGEMARNYA Studi Deskriptif pada Komunitas ELF (Ever Lasting Friends) Surabaya di Surabaya. UNIVERSITAS AIRLANGGA.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Akmal Suropriyono, Meilla Dwi Nurmala, Lenny Wahyunigsih

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


