USHUL FIQIH SEBAGAI METODOLOGI DALAM MENGEMBANGKAN SISTEM EKONOMI ISLAM

  • Ahmad Latif

Kajian ini dimaksudkan untuk menjawab permasalahan:
1) Apa saja yang layak dijadikan dalil dalam perspektif ushul fiqih sebagai sandaran pengembangan sistem ekonomi Islam?
2) Bagaimana aplikasi ushul fiqih dalam pengembangan sistem ekonomi Islam? 3) Apa saja yang menjadi asas perekonomian Islam berdasarkan dalil syara’? Data yang dikumpulkan berhubungan dengan fokus kajian yang berkaitan ushul fiqih dan ekonomi Islam. Sumber data diperoleh dari buku-buku yang membahas ushul fiqih dan ekonomi Islam. Kemudian dianalisis melalui analisis deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan: 1) Dalil syara merupakan suatu keterangan agar bisa dijadikan sebagai dalil atau hujjah harus memiliki dalil qath’I atas kehujjahannya. Ini berarti suatu keterangan yang dianggap sebagai dalil harus ditetapkan bahwa asalnya adalah dari Allah ta’ala yang dijelaskan oleh wahyu. Dengan kriteria tersbebut, maka yang layak dijadikan dalil syara’ adalah al-Quran, as-Sunnah, Ijma’ sahabat dan Qiyas. 2) Ushul fiqih diaplikasikan bukan pada ilmu ekonomi melainkan pada sistem ekonomi. Karena sistem (peraturan) membutuhkan perangkat dasar pijakan yang qath’i berdasarkan wahyu. Disinilah peran Ushul Fiqih, sebagai metodologi untuk mengembangkan sistem ekonomi dalam rangka menjawab seluruh problematika ekonomi kontemporer. 3) Berdasarkan kajian ini, asas perekonomian yang dibangun dari dalil syariah mencakup tiga aspek penting, yakni asas kepemilikan harta, asas pengelolaan harta dan asas distribusi harta.

Published
Jan 16, 2017
How to Cite
LATIF, Ahmad. USHUL FIQIH SEBAGAI METODOLOGI DALAM MENGEMBANGKAN SISTEM EKONOMI ISLAM. Tsarwah, [S.l.], v. 1, n. 02, p. 61-84, jan. 2017. ISSN 2541-7150. Available at: <http://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/tsarwah/article/view/138>. Date accessed: 29 nov. 2020.
Abstract view
1282 times
PDF (Bahasa Indonesia) download
1405 times