Kilas Pandang Ajaran "Pola Hubungan Kemasyarakatan" dalam Agama Budha

  • Erdi Rujikartawi IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Buddha adalah seorang manusia. la terlahir sebagai manusia, dan sebagai manusia juga hidupNya berakhir. Pada akhirnya ia menjadi manusia yang luar biasa (accharya manussa) meskipun ia tidak pernah memuliakan dirinya sendir. Sang Budha dalam menjabarkan system moral dan filosofi tidak menuntut kepercayaan membuta dari para pengikutnya. Begitu-pun dalam setiap ajaranya tidak bersifat agresif, kepercayaan dogmatis dan tidak mendorong upacara dan ritual tahayul, tetapi menganjurkan jalan yang membimbing seorang murid melalui kehidupan suci. Jalan bimbingan seorang guru yang mengajarkan pemikiran murni untuk rnemperoleh kebijaksanaan tertinggi clan pembehasan dari segala kejahatan, yang disebut Dhamma
Kata Kunci : budha, ajaran, cinta kasih

Published
Dec 28, 2009
How to Cite
RUJIKARTAWI, Erdi. Kilas Pandang Ajaran "Pola Hubungan Kemasyarakatan" dalam Agama Budha. Tsaqofah, [S.l.], v. 7, n. 2, p. 127-135, dec. 2009. ISSN 2622-7657. Available at: <http://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/tsaqofah/article/view/3487>. Date accessed: 27 oct. 2021. doi: http://dx.doi.org/10.32678/tsaqofah.v7i2.3487.
Section
Articles
Abstract view
253 times
pdf download
265 times