Pendidikan Islam di Persimpangan Jalan

  • Ahmad Sugiri uin sultan maulana hsanuddin banten

Sejak masa-masa paling awal Islamisasi Nusantara, tradisi pendidikan dan pengajaran Islam telah muncul dan berperan penting dalam mentransmisikan ajaran Islam kepada masyarakat. Pada mulanya orientasinya hanya terbatas pada pengajaran membaca AlQur’an, pelajaran tatacara shalat dan kewajiban-kewajiban pokok agama. Dalam tradisi masyarakat Jawa, sistem pendidikan seperti ini dikenal dengan Nggon Ngaji. Setelah ‘tamat’ dari lembaga tersebut, sebagian anak-anak muslim kemudian melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi yaitu pesantren, suatu lembaga pendidikan tradisional Islam di Indonesia.Saampai saat ini para ahli masih memperdebatkan istilah dan asal-usul lembaga pendidikan tradisional Islam tersebut. Namun, terlepas dari semua itu, pesantren telah berperan penting dalam proses penyebaran dan pendalaman ilmu-ilmu keislaman kepada masyarakat. Sampai dengan awal abad ke-19 Indonesia memang belum mengenal sistem pendidikan modern atau pendidikan model Belanda. Indonesia hanya mengenal satu jenis pendidikan yang disebut dengan “Lembaga pengajaran asli,” yaitu sekolah-sekolah agama dengan berbagai bentuknya (mesjid, Langgar, Surau, Pesantren).

Published
Dec 28, 2017
How to Cite
SUGIRI, Ahmad. Pendidikan Islam di Persimpangan Jalan. Tsaqofah, [S.l.], v. 15, n. 2, p. 206-220, dec. 2017. ISSN 2622-7657. Available at: <http://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/tsaqofah/article/view/3380>. Date accessed: 28 oct. 2021. doi: http://dx.doi.org/10.32678/tsaqofah.v15i2.3380.
Abstract view
289 times
Pdf download
247 times