PEMIKIRAN PEMBAHARUAN HUKUM ISLAM MAHMUD MUHAMMAD THAHA

  • Roji Fathullah UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten

Mahmud Muhammad Thaha, pemikir Islam asal Sudan, memberikan perspektif baru dalam melihat Islam dan produk syariatnya. Beliau membagi Islam pada dua periodesasi, yaitu periode Mekkah (610-622 M) yang disebut dengan “ar-risalah al-ula” (The First Message) dan periode Madinah (622-632 M) yang disebut dengan “ar-risalah ats-tsaniyah” (The Second Message). Karakter Islam yang terbangun dalam Misi Pertama adalah ajaran-ajaran yang bernuansa universal, substantif, penuh dengan semangat perlindungan HAM, semangat egaliter, dan bercirikan sistem yang demokratis. Sedangkan Islam pada masa Misi Kedua sudah menjadi bangunan keislaman yang cenderung mapan, berorientasi penuh ke dalam (in wordly), dan penuh dengan aturan-aturan “syariat” kolektif. Ia berpendapat banyak konsep-konsep hukum Islam yang berkembang bukanlah murni dari ajaran Islam yang bersumber dari al-Qur’an dan Sunnah tapi merupakan kebudayaan yang sudah berkembang pada masa ataupun masyarakat sebelum datangnya Islam sehingga memungkinkan untuk dilakukan perubahan agar tercapainya keadilan bagi masyarakat.

Published
Jun 30, 2017
How to Cite
FATHULLAH, Roji. PEMIKIRAN PEMBAHARUAN HUKUM ISLAM MAHMUD MUHAMMAD THAHA. Tazkiya, [S.l.], v. 18, n. 01, p. 26-49, june 2017. ISSN 1411-7886. Available at: <http://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/tazkiya/article/view/1141>. Date accessed: 18 oct. 2021.
Abstract view
337 times
PDF download
285 times