BERBAGAI KEGIATAN MEMBACA UNTUK MEMICU BUDAYA LITERASI DI SEKOLAH DASAR

  • Tri Ilma UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten
  • Busthomi Ibrohim UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Abstract

 


Artikel ini ditulis untuk menguraikan masalah budaya literasi yang rendah di kalangan siswa sekolah dasar di Indonesia dan menjelaskan berbagai kegiatan membaca untuk memicu budaya literasi. Berdasarkan data penelitian yang dirilis oleh Progress in International Reading Literacy (PIRLS) pada tahun 2011 menunjukkan bahwa pemahaman membaca siswa Indonesia berada di bawah rata-rata internasional. Indonesia berada di posisi 45 dari 48 negara dengan skor 428 poin dari skor rata-rata 500 poin. Selain itu, data dari Program Penilaian Siswa Internasional (PISA) pada 2012 menunjukkan bahwa siswa Indonesia adalah yang terburuk kedua dari 65 negara yang berpartisipasi dengan skor 396 poin (skor rata-rata adalah 496). Data dari PIRLS dan PISA menunjukkan bahwa kompetensi dan pemahaman membaca siswa Indonesia dinilai buruk. Untuk mengatasi masalah tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah untuk mendukung Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 23 tahun 2015 tentang Karakter yang salah satunya membahas kegiatan membaca buku non-pelajaran selama 15 menit sebelum belajar. Dan yang paling penting dalam kegiatan ini, siswa akan dikenalkan oleh berbagai kegiatan membaca seperti membaca dengan suara keras, membaca diam berkelanjutan, membaca terbimbing, membaca bersama, dan membaca mandiri.

Published
Jun 30, 2020
How to Cite
ILMA, Tri; IBROHIM, Busthomi. BERBAGAI KEGIATAN MEMBACA UNTUK MEMICU BUDAYA LITERASI DI SEKOLAH DASAR. Primary : Jurnal Keilmuan dan Kependidikan Dasar, [S.l.], v. 12, n. 01, p. 41-54, june 2020. ISSN 2623-2685. Available at: <http://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/primary/article/view/2708>. Date accessed: 12 aug. 2020. doi: http://dx.doi.org/10.32678/primary.v12i01.2708.
Section
Articles