Peranan Akal Terhadap Potensi Beragama

  • Hafid Rustiawan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Manusia adalah makhluk yang memiliki berbagai potensi, diantara potensi-potensi tersebut adalah potensi beragama, dan potensi akal. Kedua potensi tersebut memiliki peranan sangat penting bagi kehidupan manusia. Potensi beragama sebagai potensi dasar bagikehidupan beragama, namun potensi beragama menjadi tidak berarti jika tidak ditupang oleh akal. Potensi beragama membutuhkan akal, dengan bimbingan akal potensi beragama berkembang seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan psiko fisik manusia. Meski tidak semua orang menggunakan potensi akalnya untuk mengembangkan potensi beragama, namun jika akal digunakan dalam hal hal yang berhubungan dengan agama, maka potensi beragama akan berkembang bahkan mampu menginternalisasikan nilai agama menjadi nilai pribadinya, sehingga nilai-nilai agama terealisasi dalam aktivitas manusia sehari-hari.  


Potensi beragama adalah sebuah daya kemampuan manusia untuk hidup beragama, dikatakan sebagai potensi, karena daya tersebut masih tersimpan, belum termanivestasikan dalam sebuah keyakinan dan prilaku beragama. Potensi beragama membutuhkan petunjuk, yakni upaya-upaya pengembangan yang positif, jika tidak, maka potensi beragama akan berkembang secara liar. Perkembangan potensi beragama sangat tergantung kepada upaya pengembangan, Jika dikembangkan secara optimal, maka potensi beragama akan berkembang seiring dengan upaya-upayayang dilakukan dalam pengembangannya.


Pada dasarnya potensi beragama adalah sebuah keyakinan manusia terhadap Tuhannya sebagai pencipta (keyakinan tersebut dikategorikan kepada Tauhid Rububiyah), jika dikembangkan secara optimal akan berkembang pada sebuah system keyakinan yang puncaknya adalah menjadikan Tuhan sebagai satu-satunya zat yang akan disembah (tauhid Uluhiyyah), namun jika tidak dikembangkan atau proses pengembangannya tidak relevan, maka potensi beragama akan berkembang pada perkembangan yang tidak relevan dengan agama yang sesuai dengan potensi beragama. Diantara unsur yang mampu menunjukkan/mengembangkan potensi beragama adalah akal.


Akal adalah sebuah potensi berfikir manusia yang mampu memikirkan berbagai obyek, baik yang konkrit, maupun abstrak, yang tersurat, maupun yang tersirat, akal tidak hanya mampu menerima dan memahami yang sudah ada, tetapi melalui kemampuan berfikirnya, akal dapat mengkaji dan meneliti hingga terbangunnya   ilmu pengetahuan baru yang belum ditemukan sebelumnya. Hubungannya dengan potensi beragama, akal berperan sebagai petunjuk yang mampu mengembangkan potensi beragama yang ada pada dirinya. Dengan petunjuk akal manusia mampu mengetahui Tuhannya.


 

Published
Dec 11, 2020
How to Cite
RUSTIAWAN, Hafid. Peranan Akal Terhadap Potensi Beragama. Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam, [S.l.], v. 7, n. 2, p. 209-221, dec. 2020. ISSN 2654-3575. Available at: <http://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/geneologi/article/view/3680>. Date accessed: 04 july 2022. doi: http://dx.doi.org/10.32678/geneologipai.v7i2.3680.
Section
Articles
Abstract view
713 times
pdf (Bahasa Indonesia) download
776 times