MEMBACA KEMBALI PEMBERONTAKAN PETANI BANTEN 1888 DALAM STRUKTURASI GIDDENS

  • Masykur Wahid UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Membaca kembali sejarah berarti merepresentasikan makna yang tersembunyi. Membaca kembali pemberontakan petani Banten 1888 adalah merepresntasikan identitas kaum petani Banten di tengah-tengah penindasan kaum bangsawan dan kolonialisme Belanda. Pada era kesultanan kaum petani dikategorikan sebagai kaum mardika dan abdi yang dijadikan budak dan wajib bayar upeti 10% kepada sultan. Diperparah lagi pada era kolonialisme Belanda, kaum petani selain diperbudak, bayar upeti 20% sampai 33.3% kepada kolonial dan juga dipaksa kerja rodi. Dalam artikel ini fenomena penindasan kaum petani Banten itu kembali dianalisis dengan teori strukturasi Giddens untuk memaknai pemberontakan itu sebagai praktik sosial. Dapat dijelaskan bahwa agensi atau aktor pemberontakan adalah kaum petani. Seperti dikatakan Giddens, yang kompeten bertindak sebagai agensi adalah kaum petani sendiri yang memiliki rencana, program dan mengetahui konsekuensinya. Spiritualitas nilai-nilai tradisional dalam institusi agama hanya sebagai medium untuk melakukan pemberontakan. Sedangkan, kekuasaan pemerintahan kolonial Belanda yang dominatif dan institusi peradilan yang layu legalitasnya sebagai pemicu kekacauan kondisi sosial dan budaya kaum petani. Karena itu, tidak bisa tidak kaum petani wajib memberontak untuk merebut kembali hak-hak dan identitasnya yang ditindas oleh kolonialisme Belanda (dan kaum bangsawan yang kolonial).


Kata kunci: Pemberontakan petani Banten, teori strukturasi Giddens, agensi, strukturasi, dualitas, identitas petani.

Published
Apr 4, 2019
How to Cite
WAHID, Masykur. MEMBACA KEMBALI PEMBERONTAKAN PETANI BANTEN 1888 DALAM STRUKTURASI GIDDENS. Dedikasi: Journal of Community Engagment, [S.l.], v. 1, n. 2, p. 65-76, apr. 2019. ISSN 1979-9853. Available at: <http://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/dedikasi/article/view/1739>. Date accessed: 25 nov. 2020.
Abstract view
234 times
Pdf (Bahasa Indonesia) download
157 times