ANALISIS HUKUM PERKAWINAN DI BAWAH TANGAN DILIHAT DARI MAQASID AL-SYARI’AH

  • Oom Mukarromah Pascasarjana IAIN SMH Banten

Selama ini menganggap bahwa orang-orang yang melakukan perkawinan di bawah tangan adalah mereka yang tidak mengerti akan pentingnya pencatatan perkawinan. Mereka adalah masyarakat di desa-desa yang kurang mampu, yang pendidikan rendah, atau tanpa pendidikan sama sekali, tetapi ternyata sekarang ini perkawinan di bawah tangan juga banyak dilakukan oleh kalangan masyarakat perkotaan yang tentunya berpendidikan tinggi dan mempunyai kemampuan ekonomi yang sangat baik. Perkawinan di bawah tangan dapat membawa dampak yang cukup besar terhadap akibat hukum perkawinan tersebut terutama berdampak terhadap wanita atau istri dalam posisi yang lemah. Namun masih banyak wanita yang mau melakukan perkawinan di bawah tangan.  Dalam kajian maqasid as-Syari’yah pencatatan akad nikah termasuk dalam kategori kemaslahatan primer daruriyyah yang dapat melindungi dan memelihara kemaslahatan agama, jiwa, akal , keturunan dan harta. Kaitannya dengan memelihara kemaslahatan agama, karena dengan adanya pencatatan ajaran-ajaran agama tidak dipraktikkkan secara kacau. Begitu juga pencatatan ini dapat memelihara kemaslahatan jiwa karena pencatatan ini dapat menenteramkan psikologis isteri dan anak, bahkan akal pikiran pun tidak terganggu dan terkuras untuk memikirkan dan menyelesaikan persoalanyang dihadapi.

Published
Jan 16, 2017
How to Cite
MUKARROMAH, Oom. ANALISIS HUKUM PERKAWINAN DI BAWAH TANGAN DILIHAT DARI MAQASID AL-SYARI’AH. Bil Dalil, [S.l.], v. 1, n. 02, p. 99-120, jan. 2017. ISSN 2541-707X. Available at: <http://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/bildalil/article/view/125>. Date accessed: 28 nov. 2020.
Abstract view
68 times
PDF (Bahasa Indonesia) download
430 times