AL-Kindi: Filsafat Agama dan An-Nafs

  • Kamaluddin Kamaluddin Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Kajian terhadap an nafs adalah kajian yang tetap menarik. Penafsiran tentang kedudukan dan fungsi an nafs cukup variatif sesuai dengan perspektif serta latar belakang mereka yang konsern atas hal itu. Semantara itu pada sisi lain pemahaman tentang an nafs dimaksud cukup penting, selaras dengan keberadaannya pada diri setiap orang. Tulisan ini berusaha menggali pemikiran Al-Kindi, salah seorang tokoh penting dan terkemuka dalam filsafat Islam. Pemikiran beliau tentang an nafs akan dilihat dari perspektif filsafat agama. Melalui penelusuran dalam penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif ditemukan bahwa Al-Kindi adalah filsuf Islam berkebangsaan Arab pertama yang berhasil mengintegrasikan antara filsafat dan agama. Baginya filsafat adalah usaha manusia secara sistematis untuk mengetahui kebenaran, sedangkan agama adalah sumber dari kebenaran itu sendiri. Karena itu wahyu tidak bertentangan dengan filsafat. Kedudukan jiwa bagi tubuh adalah sebagai pemberi hidup, sedangkan tubuh adalah tumpangan. Jiwa dan tubuh, dengan demikian, adalah dua unsur yang saling melengkapi. Jiwa adalah kesempurnaan pertama bagi jism organic, yang dengannya jisim memiliki kehidupan secara potensial. Jiwa memberi kehidupan bagi tubuh, tanpa jiwa maka tubuh tidak dapat merasakan apa-apa, dan bahkan tubuh akan musnah dengan sendirinya.

Published
Jun 30, 2021
How to Cite
KAMALUDDIN, Kamaluddin. AL-Kindi: Filsafat Agama dan An-Nafs. Aqlania: Jurnal Filsafat dan Teologi Islam, [S.l.], v. 12, n. 1, june 2021. ISSN 2656-6605. Available at: <http://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/aqlania/article/view/4392>. Date accessed: 21 oct. 2021. doi: http://dx.doi.org/10.32678/aqlania.v1i12.4392.
Section
Articles
Abstract view
179 times
PDF download
67 times