Posisi Agama dalam Perbincangan Gender

  • Heru Syahputra UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA MEDAN

Gender merupakan konsep kultural yang berusaha membuat pembedaan dalam hal peran dan tanggung jawab serta pelaku yang akan membentuk karakteristik emosional antara perempuan dan juga laki-laki. Pandangan inidiwarisi dari pandangan masa lalu dimana terdapat pembedaan yang sangat mencolok antara perempuan dan laki-laki, baik dari segi pendidikan, pekerjaan maupun status dalam masyarakat tersebut. Tetapi seiring berjalannya waktu muncul kesadaran yang berbuah pada muncul dan meluasnya gerakan kesetaraan gender. Gerakan ini selain mendapat dukungan, juga mendapat tantangan yang tidak kecil. Penolakan dari sisi pro-budaya dapat dimaklumi, sebab gerakan ini dapat menggugat status laki-laki atau setidaknya mengurangi superioritas laki-laki, sehingga gerakan ini berjalan demikian lambat. Tetapi di sisi lain, para penggugat gerakan kesetaraan gender adalah juga orang beragama. Dengan demikian muncul pertanyaan, yakni bagaimana pandangan agama terhadap kesetaraan gender.


Tulisan ini menelusuri konsep agama-agama besar mengenai gender, yang ditelusuri dalam teks-teks suci masing-masing agama. Hasil yang ditemukan adalah bahwa sesungguhnya semua agama mendorong kesetaraan gender. Bahkan Islam memiliki konsep yang sangat jelas dan transparan mengenai hal itu melalui persamaan hak antara manusia baik laki-laki dan perempuan.

Published
Jun 30, 2020
How to Cite
SYAHPUTRA, Heru. Posisi Agama dalam Perbincangan Gender. Aqlania: Jurnal Filsafat dan Teologi Islam, [S.l.], v. 11, n. 1, p. 118-134, june 2020. ISSN 2656-6605. Available at: <http://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/aqlania/article/view/2620>. Date accessed: 03 dec. 2020. doi: http://dx.doi.org/10.32678/aqlania.v11i1.2620.
Section
Articles
Abstract view
99 times
PDF download
85 times