Sejarah dan Gerakan Politik Ikhwanul Muslimin

  • Abdullah Jarir Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Abstract

Gerakan Ikhwanul Muslimin yang didirikan di Mesir tahun 1928 oleh Hassan Al-Banna dipersepsikan oleh sebagian penulis barat sebagai gerakan yang mengusung politik fundamentalisme Islam, yaitu sebuah gerakan yang menegaskan kembali kewajiban mendirikan Negara Islam serta penolakan terhadap pengaruh budaya, politik, dan ekonomi barat. Ikhwanul Muslimin juga dinilai telah melakukan politisasi agama, sangat agresif terhadap non Islam sekaligus umat Islam yang mengadopsi gaya hidup barat., melakukan praktek kekerasan dalam melaksanakan tuuan-tujuan politiknya, mengkafirkan para penguasa, dan melakukan praktek dinas rahasia dalam mencapai tujuan-tujuan politiknya. Persepsi politik fundamentalisme Ikhwanul Muslimin semakin diperkuat lagi dengan sebuah tindakan nyata, yaitu aksi penggulingan terhadap kekuasaan Monarki Mesir Pro Inggris tahun 1952. Tak cukup sampai di situ, Ikhwanul Muslimin juga pernah mengirim relawan jihad ke bumi Palestina tahun 1947 untuk membantu perjuangan rakyat Palestina melawan zionisme Yahudi. Cap fundamentalisme juga sempat dialamatkan oleh rezim Gamal Abdul Nasser yang berkuasa saat itu sehingga ia memasukan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi terlarang, bahkan para pemimpinnya dipenjarakan, disiksa, dan dieskekusi mati.

Published
Jul 31, 2019
How to Cite
JARIR, Abdullah. Sejarah dan Gerakan Politik Ikhwanul Muslimin. Aqlania, [S.l.], v. 10, n. 1, p. 1-18, july 2019. ISSN 2656-6605. Available at: <http://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/aqlania/article/view/1990>. Date accessed: 25 feb. 2020. doi: http://dx.doi.org/10.32678/aqlania.v10i01.1990.
Section
Articles