Homoseksual dalam Perspektif Agama-Agama di Indonesia

  • Syafi’in Mansur State University of Islamic Sultan Maulana Hasanuddin, Banten

Sejarah telah mencatat dalam lebaran kehidupan manusia, bahwa homoseksual telah terjadi dalam sejarah kehidupan manusia pada zaman kaumnya Nabi Luth yang belum pernah terjadi pada zaman-zaman umat terdahulu. Perbuatan homoseksual yang tidak diperkenan dengan Tuhan karena telah menyalahi fitrah manusia sehingga mereka disiksa. Homoseksual sekarang menjadi perbincangan di Indonesia dengan nama LGBT ini yang dapat mendatangkan musibah dan bencana serta penyakit yang sedang diperjuangkan oleh aktivis LGBT untuk dibolehkannya pernikahan sesama jenisnya. Maka agama Islam, Kristen {Katolik dan Protestan], Hindu, Buddha dan Konghucu meresponnya. Kalau agama Hindu, Buddha dan Konghucu tidak terlalu keras dalam melarang homoseksual dan LGBT. Sedangkan agama Islam dan Kristen adalah sangat keras melarangnya, bahkan dianggap sebagai kejahatan dan dosa serta dikutuk oleh Tuhan dan seharusnya dihukum dengan hukuman mati. Tetapi kalau mereka bertaubat kepada Tuhan maka Tuhan akan memafkan dan kembali menjadi manusia yang normal sehingga menjadi manusia yang sehat jasmani dan rohaninya.

Published
Jul 30, 2017
How to Cite
MANSUR, Syafi’in. Homoseksual dalam Perspektif Agama-Agama di Indonesia. Aqlania: Jurnal Filsafat dan Teologi Islam, [S.l.], v. 8, n. 1, p. 21-60, july 2017. ISSN 2656-6605. Available at: <http://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/aqlania/article/view/1020>. Date accessed: 17 sep. 2021. doi: http://dx.doi.org/10.32678/aqlania.v8i01.1020.
Section
Articles
Abstract view
1014 times
PDF download
630 times