INDONESIA MOSLEM TRADITION AND NATIONALITY (CASE STUDY OF MALAM TIRAKATAN IN YOGYAKARTA)

  • Wildan lmaduddin Muhammad UIN Sunan Kalijaga

Merayakan hari kemerdekaan merupakan salah satu simbol penghargaan warga negara terhadap Negaranya. Di beberapa wilayah negara termasuk Indonesia, perayaan tersebut rutin dilakukan oleh Pemerintah maupun oleh warga, dengan cara formal maupun informal. Secara formal pemerintah Indonesia dari tingkal daerah hingga pusat melaksanakan perayaan Kemerdekaan dengan upacara bendera pada tanggal 17 Agustus. Sedangkan dalam perayaan non-formal warga masyarakat melaksanakan peringatan Kemerdekaan dengan berbagai cara seperti lomba panjat pinang dan lain sebagainya. Salah satu bentuk peringatan yang ada di Indonesia untuk merayakan hari Kemerdekaan adalah dengan malam tirakatan atau malam pitulasan, khususnya di daerah Yogyakarta. Malam Tirakatan merupakan bentuk akulturasi dari tradisi Muslim di Indonesia. Artikel ini akan menjelaskan lebih lanjut tentang malam tirakatan sebagai sebuah akulturasi antara tradisi ritual keagamaan dengan rasa nasionalisme. Peneliti menggunakan metode triangulasi untuk mendapatkan data, yakni observasi partisipatoris. Wawancara mendalam dan dokumentasi. Lokasi untuk penelitian ini difokuskan pada dua tempat yang berbeda. pertama di dusun Dukuh daerah kabupaten Bantul dan kedua di dusun Ngasemun salah satu dusun di kabupaten Kulon Progo. Dari penelitian ini diketahui bahwa Muslim Indonesia memegang teguh nilai tradisi. toleransi dan nasionalisme


Kata Kunci: perayaan, hari kemerdekaan, malam tirakatan, akulturasi.

Published
Dec 31, 2018
How to Cite
MUHAMMAD, Wildan lmaduddin. INDONESIA MOSLEM TRADITION AND NATIONALITY (CASE STUDY OF MALAM TIRAKATAN IN YOGYAKARTA). Al Qalam, [S.l.], v. 35, n. 2, p. 297-314, dec. 2018. ISSN 2620-598X. Available at: <http://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/alqalam/article/view/551>. Date accessed: 27 nov. 2020. doi: http://dx.doi.org/10.32678/alqalam.v35i2.551.
Abstract view
118 times
PDF download
75 times