DEBUS DI BANTEN

Pertautan Tarekat dengan Budaya Lokal

  • Moh. Hudaeri Fakultas Ushuluddin Dakwah dan Adab IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Abstract

Debus merupakan salah satu contoh nyata pertautan antara tradisi lokal Banten dengan Islam (tarekat). Pertautan ini tidak hanya menimbulkan kesepahaman tetapi juga perselilihan dan pertentangan di kalangan umat. Di dalam seni debus tidak hanya ditemukan tradisi-tradisi yang berasal dari tarekat seperti:wirid, tawasul dan bai‟at tetapi juga ada jangjawokan dan seni pencak silat. Mengkaji tentang debus tidak hanya menyingkap tentang perkembangan seni ini dalam masyarakat Banten, tetapi juga menggambarkan tentang kondisi antropologis keislaman di Banten. Hal ini mengindikasikan bahwa keislaman penduduk Banten lebih bersifat sufistik, hal ini disebabkan adanya kesejejajaran dan afinitas dengan kondisi masyarakat lokal Banten yang lebih bersifat mistis. Tulisan ini akan membahas tentang; bagaimana perkembangan debus di masyarakat Banten? Apakah sumber-sumber yang dijadikan rujukan dalam permainan debus? Bagaimana pandangan antropologis terhadap praktek permainan debus apabila dikaitkan dalam konteks budaya Islam di Nusantara?

Published
Jun 30, 2016
How to Cite
HUDAERI, Moh.. DEBUS DI BANTEN. Al Qalam, [S.l.], v. 33, n. 1, p. 63-83, june 2016. ISSN 2620-598X. Available at: <http://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/alqalam/article/view/385>. Date accessed: 15 july 2020.