ISLAM DAN HAK ASASI MANUSIA

RESPON INTELEKTUAL MUSLIM

  • Mohamad Hudaeri IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Abstract

Negara-negara Barat yang dominan secara politik dan ekonomi berusaha mendesakan kebudayaannya terhadap negara-negara berkembang, tak terkecuali terhadap negara-negara muslim. Salah satu produk kebudayaan Barat yang kini menjdi perdebatan sengit di kalangan intelektual muslim adalah mengenai Hak­hak Asasi Manusia (HAM). Persoalan pentingnya adalah "bagaimana orang muslim memandang HAM?''. Hal ini penting, karena sebagian dari isi Deklarasi HAM itu berbeda (bertentangan) dengan Syari'ah. Tulisan ini merupakan deskripsi tentang respon intelektual muslim terhadap Hak-hak Asasi Manusia.
Mengenai HAM, respon masyarakat muslim terbelah menjadi tiga kelompok, yakni: konservatif, liberal dan pragmatis. Kelompok konservatif memandang bahwa sebagian dari ide-ide itu bertentang dengan Syari'ah, karena itu tidak selayaknya orang muslim mengikuti konsep HAM. HAM merupakan produk partikular kebudayaan Barat.
Kelompok liberal memandang positif terhadap HAM. Perbedaan atau pertentangan antara HAM dengan beberapa ajaran dalam Syari'ah, dipandangnya sebagai tantangan bagi kaum muslimin untuk mengevaluasi konsep Syari'ah yang sudah "ketinggalan zaman ''. HAM merupakan produk kebudayaan modern sedangkan Syari'ah merupakan sisa dari kebudayaan tradisional supaya masyarakat muslim bisa bergaul dalam kebudayaan modern, maka mesti memperbaharui konsep Syari'ah agar lebih sesuai dengan tuntutan modernitas.
Sedangkan kelompok ketiga berpandangan pragmatis. Kelompok ini merupakan jalan tengah untuk menjembatani antara dua pandangan yang berbeda secara diametral. Mereka bersikap eklektik dalam merumuskan peraturan­peraturan yang dipakai di negara-negaranya. Mereka mengambil beberapa prinsip Syari'ah sambil menyesuaikan dengan tuntutan-tuntutan modernitas.

Published
Dec 31, 2007
How to Cite
HUDAERI, Mohamad. ISLAM DAN HAK ASASI MANUSIA. Al Qalam, [S.l.], v. 24, n. 3, p. 363-386, dec. 2007. ISSN 2620-598X. Available at: <http://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/alqalam/article/view/1664>. Date accessed: 27 jan. 2020. doi: http://dx.doi.org/10.32678/alqalam.v24i3.1664.