TASAWUF DAN TANTANGAN KEHIDUPAN MODERN

  • Mohamad Hudaeri IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Abstract

Salah satu dari ciri kehidupan masyarakat modern adalah materialisme, yakni motif kepentingan materi telah mengalahkan kebutuhan dasar manusia untuk meraih makna hidup yang lebih tinggi; yang melampaui kesadaran sehari-hari yang profan, yakni motif mencapai keutuhan atau integrasi Jiwa atau motif spiritual. Hal itu disebabkan oleh pandangan hidup yang hanya didasarkan pada rasionalitas murni dan hanya membatasi kehidupan pada hal-hal yang bersifat benda. Sedangkan persoalan spiritual dipinggirkan bahkan dipandang tidak penting.
Paradigma kehidupan yang seperti itu pada akhirnya menimbulkan problem-problem kemanusiaan, seperti disintegrasi sosial, kemiskinan, konsumerisme, kerusakan ekologis dan kebingungan akan makna hidup (alienasi). Sehingga, peningkatan pencapaian materi dalam kehidupan manusia modern tidak dikuti dengan perbaikan kualitas kehidupan, karena kehidupan dirasakan hampa.
Keadaan tersebut memicu pengkajian kembali kekayaan spiritual yang dimiliki masing-masing agama. Agama secara formal (organized religion) memang banyak diragukan orang dalam mengatasi problem kehidupan modern. Tetapi, nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam tradisi perenial agama menjadi sesuatu yang menarik banyak orang untuk memenuhi dahaga spritualnya.
Tasawuf merupakan tradisi spritual Islam yang canggih. Tasawuf merupakan metode atau jalan spiritual untuk mencapai suatu kesadaran tertinggi (higher conciousness) dalam kehidupan yakni perjumpaan yang intim dengan Allah. Tasawuf sebagai jalan spiritual yang cangggih, dalam prakteknya melibatkan pekerjaan, keluarga, dan pengalaman kehidupan sehari-hari lainnya. Tasawuf bukan sebuah jalan pelarian bagi sebagian orang dari kerumitan yang dihadapi, tetapi untuk memberi kedalaman makna yang lebih dalam menjalani kehidupan.

Published
Apr 30, 2007
How to Cite
HUDAERI, Mohamad. TASAWUF DAN TANTANGAN KEHIDUPAN MODERN. Al Qalam, [S.l.], v. 24, n. 1, p. 21-36, apr. 2007. ISSN 2620-598X. Available at: <http://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/alqalam/article/view/1654>. Date accessed: 14 dec. 2019. doi: http://dx.doi.org/10.32678/alqalam.v24i1.1654.