TASAWUF DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL

Analisis Terhadap Ajaran Tasawuf 'Abdullah al-Haddad

  • M.A Achlami H.S. IAIN Raden Intan Bandar Lampung

Abstract

Tasawuf sebagai refleksi dari pilar ajaran Islam tentang ihsan mengalami tranformasi sejalan dengan perkembangan pemikiran dalam Islam. Timbulnya keragaman konsep dan corak tasawuf didasarkan pada perbedaan pengalaman rohaniah para tokoh sufi dan sosio-kultural serta politik yang mengitari kehidupannya. Tasawuf yang pada mulanya meniru prilaku Nabi SAW, yakni akhlak mulia, ketekunan dalam beribadah, dan kesederhanaan dalam kehidupan, bergeser menjadi sebuah gerakan keagamaan yang melembaga dengan doktrin­doktrin tertentu. Pada gilirannya tasawuf dipandang sebagai ajaran yang eksklusif dan meninggalkan tanggungjawab sosial, sehingga tasawud dicap sebagai pembawa paham dan sikap fatalisme serta menjadi penyebab kemunduran umat Islam. Penelitian terhadap pemikiran tasawuf tokoh abad 12 H/ 17 M, yaitu 'Abdullah al-Haddad menggeser pandangan tersebut. Karya-karya al-Haddad menegaskan bahwa tasawuf tidak menyebabkan pengamalnya bersikap eksklusif dan meninggalkan tanggung jawab sosial serta membawa paham fatalisme sehingga menyebabkan kemunduran umat Islam.


Kata kunci: Tasawuf, Eksklusif, Fatalisme, Tanggungjawab Sosial, 'Abdullah Al­Haddad.

Published
Apr 30, 2007
How to Cite
H.S., M.A Achlami. TASAWUF DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL. Al Qalam, [S.l.], v. 24, n. 1, p. 1-20, apr. 2007. ISSN 2620-598X. Available at: <http://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/alqalam/article/view/1653>. Date accessed: 12 dec. 2019. doi: http://dx.doi.org/10.32678/alqalam.v24i1.1653.