KONSEP ILMU DENGAN PARADIGMA TAUHID

  • Kartina AM Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Abstract

Sains (ilmu) pada zaman modern sangat dihargai, namun sejumlah penulis berpendapat lain, ada yang memandang sains sebagai proses dehumanisasi yang mengandung unsur perlakuan tidak layak pada manusia, masyarakat. Pada dasarnya konsep ilmu berdasarkan moral dengan paradigma tauhid memerlukan kesadaran bahwa segala bentuk ilmu berasal dari dan diarahkan untuk Allah. Secara filosofis dapat mempererat relasi konsep fitrah kemanusiaan, wahyu ilahi, dan sunnatullah (hukum Allah yang berlaku pada alam raya) secara terpadu. Rekonstruksi ilmu dalam paradigma tauhid sering disebut dengan kerja ''lslamisasi ilmu" atau "pengkajian ilmu dalam perspektif Islam 'yang metodologinya berdasarkan tauhid (keesaan Allah, kesatuan kebenaran, pengetahuan, kehidupan, dan umat). Sebagai pandangan dunia, tauhid meliputi prinsip-prinsip: 1) Dualitas, meliputi dua kategori umum, yaitu Tuhan (pencipta) dan bukan Tuhan (ciptaan); 2) Ideasionalitas, bahwa manusia mempunyai kemampuan berfikir; dan 3) Teleologis, bertujuan terencana, atau didasarkan pada maksud-maksud tertentu sang pencipta. Dari paradigma tauhid tersebut dapat dibangun basis ontologis, epistemologis, dan etis ilmu berdasarkan Islam.

Published
Dec 31, 2004
How to Cite
AM, Kartina. KONSEP ILMU DENGAN PARADIGMA TAUHID. Al Qalam, [S.l.], v. 21, n. 102, p. 359-374, dec. 2004. ISSN 2620-598X. Available at: <http://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/alqalam/article/view/1640>. Date accessed: 26 jan. 2020. doi: http://dx.doi.org/10.32678/alqalam.v21i102.1640.