HADIS DAN ORIENTALISME

STUDI TERHADAP TADWIN HADIS MENURUT PARA ORIENTALIS

  • IRFAN SALIM IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Abstract

Makalah di bawah ini membahas studi para orientalis terhadap sejarah kodifikasi hadis dan berupaya merjelaskan bantahan-bantahan terhadap hal itu dari para sarjana muslim. Terdapat beberapa pendapat di kalangan orientalis mengenai awal mula tadwin (kodifikasi) hadis. Goldziher berpendapat, hadis mulai dikodifikasi pada akhir abad II H. Sprenger mengatakan, hadis sudah mulai dikodfjikasi sejak jaman Nabi  Muhammad.  Sedangkan  W. Muir  berpendapat bahwa Az-Zuhri· adalah orang yang pertama mengkodifikasi hadis, dan tidak mempercayai adanya kitab-kitab hadis yang ditulis sebelum pertengahan abad II H. Dari data-data yang ditemukan, tadwin dalam arti penulisan hadis secara parsial telah dimulai sejak jaman Nabi Muhammad. Penulisan hadis pada masa itu masih bersifat parsial-individual, ditulis oleh para sahabat yang memiliki kemampuan menulis dan untuk koleksi pribadi seperri al-Sahifah al-Shadiqah dan al-Shahifah al-Sahihah.  Bahkan menurut klaim   kalangan Syi'ah, hadis telah secara komprehensif dikodifikasi sejak jaman Nabi dalam Shahifah  Ali.  Sedangkan tadwin dalam arti kodifikasi secara resmi, bersifat massif dan diinisiasi oleh penguasa dimulai sejak jaman Umar ibn Abdul Aziz, kalau bukan sejak jaman Abdul Aziz ibn Manvan (w.85 H.).
Tadwin dalam pengertian terakhir kemudian mengakibatkan gerakan tashnif kitab-kitab hadis sejak paruh abad kedua hijriah. Jami' Ma'mar, Sunan  al­  Awza’iy, al-Muwaththa' Malik adalah sebagian kitab hadis yang dikompilasi pada paruh pertama abad kedua H. Adapun kitab kompilasi hadis yang berasal dari pertengahan abad pertama hijriah dan manuskrip salinannya (nasakh) telah ditemukan adalah AI-Sahifah al-Sahihah. Sahifah yang berisi sekitar 140 hadis ini dikumpulkan oleh Wahab ibn Munabbih (w.131 H.) dari majelis hadis gurunya, Abu Hurairah RA. Hadis-hadis dalam al-Sahifah ini secara parsial dapat ditemukan dalam kitab-kitab hadis setelah era Wahab, dan secara komprehensif dapat ditemukan dalam Musnad Ahmad dalam bab Abu Hurairah. Dengan demikian, upaya pelestarian sunnah dari generasi ke generasi secara tertulis telah dimulai sejak jaman Nabi Muhammad, berbarengan dengan upaya pelestariannya secara lisan.

Published
Aug 31, 2007
How to Cite
SALIM, IRFAN. HADIS DAN ORIENTALISME. Al Qalam, [S.l.], v. 24, n. 2, p. 240-260, aug. 2007. ISSN 2620-598X. Available at: <http://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/alqalam/article/view/1634>. Date accessed: 12 july 2020. doi: http://dx.doi.org/10.32678/alqalam.v24i2.1634.