AGAMA DAN TANTANGAN­KEMANUSIAAN KONTEMPORER

  • Mohamad Hudaeri UIN SMH Banten

Abstract

Wacana keagamaan kembali menguat ketika masyarakat dunia memasuki milenium ketiga. Kesadaran untuk kembali ke agama ini tidak bisa dilepaskan dari krisis modernitas yang - tengah melanda masyarakat. Modernitas disamping mendatangkan kemakmuran material bagi sebagian masyarakat, ternjata juga mengandung berbagai macam paradoks, dehumanisasi dan alienasi.
Munculnya berbagai macam penyakit kemanusian ini tidak bisa dilepaskan dari hilangnya ruang spiritual dari kehidupan manusia modem. Akibatnya, modernitas yang selama ini diagung-agungkan, telah menyebabkan manusia menjadi kerdil, kering dan hampa karena kehilangan makna dan tujuan hidup yang hakiki, yang berada pada ranah paling dalam pada diri manusia, yaitu spiritualitas. Untuk itulah agama kembali dilirik sebagai terapi krisis kemanusiaan.
Namun demikian, tidak sedikit orang yang meragukan fungsi positif agama sebagai terapi krisis kemanusiaan kontemporer. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa sebagian dari tindakan kekerasan, eksklusivisme dan berbagai pelanggaran nilai-nilai universal kemanusiaan dilakukan atas nama agama: Jadi bagaimana mungkin agama dapat berperan menjadi solusi krisis?.
Bagi sebagian cendekiawan dan agamawan, tindakan yang melanggar nilai-nilai kemanusiaan yang diatasnamakan agama tersebut disebabkan oleh sesuatu yang kompleks. Salah satunya adalah ketidakmampuan sebagian pemeluk agama dalam memahami nilai-nilai universal agamanya. Substansi agama telah direduksi oleh pemaham yang sempit dan kepentingan sesaat.
Untuk itulah, saat ini, diperlukan adanya rekonstruksi teologis pada setiap agama agar mampu menghadapi tantangan kemanusiaan kontemporer. Dengan demikian, agama dapat memberikan arah, makna dan tujuan hidup pada manusia, serta tampil secara lebih ramah, sejuk, terbuka dan humanis.

Published
Aug 31, 2006
How to Cite
HUDAERI, Mohamad. AGAMA DAN TANTANGAN­KEMANUSIAAN KONTEMPORER. Al Qalam, [S.l.], v. 23, n. 2, p. 167-187, aug. 2006. ISSN 2620-598X. Available at: <http://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/alqalam/article/view/1491>. Date accessed: 27 jan. 2020. doi: http://dx.doi.org/10.32678/alqalam.v23i2.1491.

Most read articles by the same author(s)