'AWRAT

KAJIAN TAFSIR TEMATIK

  • Mohamad Hudaeri UIN SMH Banten

Abstract

Meskipun kata-kata 'awrat begitu akrab di telinga kita, tetapi pengetahuan mengenai definisi dan batasannya sering tidak jelas. hal ini disebabkan oleh pemaknaan kata 'awrat yang tidak hanya dimaknai sebagai bagian-bagain tubuh manusia yang harus ditutup tetapi juga terkait dengan relasi kuasa antara laki-laki dan perempuan. Keharusan untuk menutup bagian-bagian tubuh terlentu bermakna juga untuk mengendalikan dan bersubordinasi lawan jenis dalam hubungan sosial karena itu makna 'awrat yang selama ini berkembang sangat ideologis.
Berdasarkan itu pembacaan ulang terhadap makna tersebut sangat penting untuk membuka relasi kuasa yang ada. Salah satu cara pembacaan ulang adalah dengan merujuk ke sumber asli yakni al-Qur'an. Berdasarkan telaah terhadap beberapa ayat al-Qur'an, kata 'awrat itu tidak selalu merujuk kepada tubuh manusia tetapi juga dipergunakan untuk menggambarkan tempat dan waktu yang dianggap rawan. Dengan demikian makna 'awrat itu lebih tepatnya bermakna hal­hal yang dianggap rawan. Dalam kaitan dengan tubuh manusia adalah hal-hal yang sangat rawan untuk menimbulkan terjadinya marabahaya atau fitnah.
Namun demikian, al-Qur'an tidak memberikan batasan yang pasti tentang bagian tubuh yang dianggap rawan sehingga harus ditutupi. AI-Qur'an hanya menyebutkan bahwa dalam menjalin hubungan antara laki-laki dan pmmpuan perlu dijagi nilai-nilai kesopanan, moralitas dan kesucian. Tidak ada batasan tertentu yang mesti dipatuhi. Hal nampaknya disesuai dengan situai dan kondisi yang ada.

Published
Apr 28, 2006
How to Cite
HUDAERI, Mohamad. 'AWRAT. Al Qalam, [S.l.], v. 23, n. 1, p. 34-56, apr. 2006. ISSN 2620-598X. Available at: <http://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/alqalam/article/view/1450>. Date accessed: 12 july 2020. doi: http://dx.doi.org/10.32678/alqalam.v23i1.1450.