Membaca Fungsi Sastra Dinasti Banî Umayyah

  • Dadang Ismatullah IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Sastra pada masa Dinasti Banî ‘Umayyah berkembang orientasinya sebagai tindakan reaktif atas problematika yang muncul di zamannya. Munculnya kelompok-kelompok politik, aliran-aliran keagamaan, fanatisme kesukuan di masa ini telah menjadi sebab atas kelahiran tema-tema baru  di dalam sastra, di antaranya adalah tema al-siyâsiy (politik), naqâidh (polemik), dan syi`r al-ghazal (cinta). Dari tema-tema yang muncul tersebut, dapat dilihat bahwa pada masa ini karya sastra tidak hanya dibuat untuk tujuan personal, melainkan dipergunakan untuk kepentingan kelompok (sekte) dan kekuasaan dan bahkan karya sastra menjadi barang komoditas (takassub bi al-syi`r) yang diperjual-belikan, sehingga fungsi yang ada pun tidak hanya sekedar untuk memberikan kesenangan dan nilai guna, melainkan ada fungsi-fungsi lain yang hadir mengikuti pola perkembangan sastra pada masa itu.

Published
Jun 22, 2014
How to Cite
ISMATULLAH, Dadang. Membaca Fungsi Sastra Dinasti Banî Umayyah. Alfaz (Arabic Literatures for Academic Zealots), [S.l.], v. 2, n. 1, p. 72-90, june 2014. ISSN 2620-5351. Available at: <http://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/alfaz/article/view/584>. Date accessed: 25 oct. 2021.
Abstract view
620 times
PDF download
915 times