Majaz dalam Novel al-Ajnihah al-Mutakassirah (Sayap-sayap Patah) Karya Khalil Gibran

(Kajian Stilistika dan Semiotik)

  • Ida Nursida UIN SMH Banten

Abstract

Karya sastra merupakan produk masyarakat dalam bidang kebudayaan. Sastra merupakan saksi budaya yang dapat terus dikembangkan. Kehadiran sastra di tengah perkembangan teknologi merupakan tantangan besar, di mana sastra harus dapat memberi jalan inspirasi buat kehidupan yang nyata. Sastra harus dapat memberi jalan lurus bagi kemanusiaaan. Selain itu, sastra pun dapat memberi jalan bagi manusia untuk memperoleh konsep kehidupan karena sastra memberi dan menyodorkan karya yang bernilai yang tidak sedikit mengandung makna kebenaran. Tokoh Penyair Cinta dan Novelis asal Libanon, Khalil Gibran melahirkan banyak karya yang  menorehkan banyak inspirasi begitu indah bagi para pembacanya di seluruh belahan dunia. Bahasa nya yang indah dan pilihan diksi yag kuat pada novel dan puisinya benyak diteliti oleh peminat sastra, salah satunya novel al-Ajihah al-Mutakassiroh, yang di dalam nya terdapat banyak bahasa-bahasa bersayap yang dapat ditelisik secara semiotik dan  bahasa figurative atau majaz isti’arah dalam pendekatan Stilistika Balaghiyah.

Published
Dec 19, 2018
How to Cite
NURSIDA, Ida. Majaz dalam Novel al-Ajnihah al-Mutakassirah (Sayap-sayap Patah) Karya Khalil Gibran. Alfaz (Arabic Literatures for Academic Zealots), [S.l.], v. 6, n. 02, p. 161-182, dec. 2018. ISSN 2620-5351. Available at: <http://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/alfaz/article/view/1320>. Date accessed: 14 july 2020. doi: http://dx.doi.org/10.32678/alfaz.Vol6.Iss02.1320.