Kajian Living Hadis atas Tradisi Mapacci pada Pernikahan Suku Bugis Makassar

  • Dwi Hartini UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Tulisan ini memaparkan realitas budaya pada masyarakat Bugis-Makassar dengan menggunakan teori Resepsi yang bertujuan melihat pembacaan terhadap teks yang berkembang dimasyarakat. Dengan menggunakan metode pendekatan Sosiologi pengetahuan Karl Mannheim. Penulis mecoba untuk menguak fakta atas berkembangnya sebuah tradisi yang didasari resepsi atau pembacaan masyarakat atas teks tertentu dengan menelusuri tiga unsur utama dari pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu: Makna Objektif, Makna Ekspresif dan Makna Dokumenter. Hasil dari penelitian ini adalah, 1) Makna Objektif semua masyarakat meyakini bahwa praktik mapacci tersebut merupakan suatu tradisi yang harus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat setempat agar tetap eksisĀ  karena merupakan tradisi yang telah diwarisi seara turun-temurun oleh para pendahulunya. 2) Makna Ekspresif masyarakat meyakini bahwa Upacara tradisi mapacci memiliki berbagai makna yang terkandung di dalam penggunaan alat-alat dalam prosesinya. 3) Makna Dokumenter pada dasarnya aktor atau pelaku tindakan tidak menyadari bahwa apa yang dilakukannya itu merupakan suatu ekspresi yang menunjukan kepada kebudayaan secara keseluruhan, apa yang mereka lakukan merupakan bagian dari makna induk yang melatarbelakangi semua hubungan sosial yang berlangsung.

Published
Jun 22, 2020
How to Cite
HARTINI, Dwi. Kajian Living Hadis atas Tradisi Mapacci pada Pernikahan Suku Bugis Makassar. Al-Fath, [S.l.], v. 14, n. 1, p. 81-106, june 2020. ISSN 2723-7257. Available at: <http://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/alfath/article/view/3366>. Date accessed: 29 nov. 2020. doi: http://dx.doi.org/10.32678/alfath.v14i1.3366.
Section
Articles
Abstract view
175 times
Pdf (Bahasa Indonesia) download
88 times