Sisi Gelap Demokrasi: Etnisitas, Keadilan dan Pluralitas

  • M Zainor Ridho UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Demokrasi telah dimaknai sebagai sebuah sistem politik yang menuntut adanya perubahan masyarakat menjadi sebuah konsep peradaban. Hal ini merupakan salah satu cara untuk mengharmonisasikan hubungan kita dan pengkelompokannya sehinggga semua itu akan dengan sendiri menjadi lebih cepat berkembang menjadi gagasan kebebasan, kesamaan, dan keadilan. Dimana berhasil dijalankan, demokrasi dapat disebut sebagai pemerintahan dari rakyat yang dibuktikan oleh perwakilan atas pilihan sendiri terhadap kepentingan dan keinginan mereka untuk mengkontrol. Ketika Woodrow Wilson, seorang Presiden Amerika Serikat selama perang dunia pertama, gagasan tenang “selamatkan demokrasi”, dia berfikir terhadap kebutuhan untuk menjaga sebuah lingkungan yang dapat membantu terhadap tumbuhnya peradaban demokrasi yang matang.


Kata Kunci: Demokrasi, Etnisitas, Pluralitas

Published
Dec 31, 2018
How to Cite
RIDHO, M Zainor. Sisi Gelap Demokrasi: Etnisitas, Keadilan dan Pluralitas. Al Ahkam, [S.l.], v. 14, n. 2, p. 42-58, dec. 2018. ISSN 2656-3096. Available at: <http://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/ahkm/article/view/1487>. Date accessed: 28 oct. 2021. doi: http://dx.doi.org/10.37035/ajh.v14i2.1487.
Abstract view
498 times
pdf (Bahasa Indonesia) download
374 times