METODE TAKHRIJ HADITS DIGITAL DAN APLIKASINYA PADA HADITS SPIONASE

  • Ahmad Hidayat UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Abstract

Proses penelusuran secara digital terhadap hadits spionase memperoleh hasil bahwa hadits tersebut terdapat dalam mashadir ashliyah sebagai berikut: Shahîh Bukhâri, Shahîh Muslim, Shahîh Ibn Hibban, Sunan Abu Daud, Sunan Tirmidzi, Sunan Nasâ’i, Sunan Baihaqi, Musnad Ahmad bin Hanbal, Musnad Syâfi’i, Musnad Abu Ya’lâ al-Moushili, Musnad Bazzâr, Musnad Humaedi, Mushannaf Ibnu Abi Syaebah, Mu’jam Aushat Thabrani.  
Hadits spionase yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib dari segi jumlah rawi masuk kategori hadits ahad karena rata-rata rawi perthobaqohnya adalah satu. Dari segi matan, termasuk hadits marfu’ fi’li karena merupakan hadits perilaku/tindakan. Dari segi sanad, merupakan hadits muttashil karena sanadnya tersambung, yakni rawi murid dan rawi guru pada sanad bertemu (liqa') karena hidup sezaman, setempat, dan pofesional hadits.   


Kata kunci: Hadits, sumber primer hukum Islam, takhrij hadits, takhrij digital, spionase.

Published
Jun 29, 2018
How to Cite
HIDAYAT, Ahmad. METODE TAKHRIJ HADITS DIGITAL DAN APLIKASINYA PADA HADITS SPIONASE. Al-Ahkam, [S.l.], v. 14, n. 1, p. 39-62, june 2018. ISSN 2656-3096. Available at: <http://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/ahkm/article/view/1481>. Date accessed: 12 dec. 2019. doi: http://dx.doi.org/10.32678/ajh.v14i1.1481.